logo

REPORTASE KKN TIM II UNDIP 2023/2024: SOLUSI EKONOMIS UNTUK MEMBERANTAS HAMA, MAHASISWA KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO MEMBUAT PESTISIDA NABATI DARI LIMBAH KULIT BAWANG

19 Agustus 2024 Berita, Kegiatan,

REPORTASE KKN TIM II UNDIP 2023/2024: SOLUSI EKONOMIS UNTUK MEMBERANTAS HAMA, MAHASISWA KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO MEMBUAT PESTISIDA NABATI DARI LIMBAH KULIT BAWANG

(Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, 24 Juli 2024)

Desa Demakan merupakan desa dengan potensi wilayah pertanian. Selain itu, ditemukan banyak kebun-kebun yang dikelola pribadi oleh masyarakat desa karena hobi pribadi dan adanya Kelompok Wanita Tani. Seringkali terdapat keluhan dari para petani dan warga desa yang berkebun bahwa tanamannya rusak dan mati karena adanya hama.

Hama tanaman adalah organisme, baik berupa serangga, hewan kecil, atau mikroorganisme, yang dapat merusak tanaman atau mengganggu pertumbuhan tanaman dengan memakan, menginfeksi, atau merusak bagian tanaman. Tanaman yang rusak dan busuk karena hama dapat menyebabkan kerugian dalam sektor perkebunan dan pertanian.

Dengan adanya permasalahan tersebut, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro memanfaatkan limbah dapur berupa limbah kulit bawang untuk pembuatan pestisida nabati. Kegiatan ini disampaikan oleh Viranty Azzahra, mahasiswa program studi Kimia Universitas Diponegoro di kebun belakang kantor Desa Demakan yang dihadiri oleh 15 anggota Kelompok Wanita Tani Desa Demakan pada Rabu (24/07/2024). Kegiatan dimulai dari pembagian poster pembuatan pestisida nabati lalu edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya pestisida kimia dan manfaat serta keunggulan pestisida nabati. Terakhir, dilakukan pembagian produk pestisida nabati kulit bawang.

Limbah kulit bawang sebenarnya dapat diubah menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan. Pestisida nabati adalah bahan kimia alami yang digunakan untuk melawan hama tanaman, tanpa meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Dengan memanfaatkan limbah kulit bawang ini, kita tidak hanya mengurangi jumlah sampah organik yang tidak terpakai, tetapi juga membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan” ujar Viranty Azzahra selaku pemateri kegiatan tersebut.

Bawang putih dan bawang merah mengandung senyawa-senyawa alami yang memiliki sifat pestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama tanaman. Kulit bawang mengandung senyawa sulfur dan allicin, yang dapat berfungsi sebagai insektisida dan fungisida alami serta asetogenin yang dapat mengendalikan hama dengan cara merusak perkembangan telur, larva, dan pupa hama.

Pembuatan pestisida ini hanya membutuhkan 2 bahan, yakni kulit bawang dan air. Kulit bawang dikumpulkan dicuci hingga bersih lalu dimasukkan ke dalam wadah atau botol. Kemudian, masukkan air bersih hingga kulit bawang terendam dan dikocok. Terakhir, wadah ditutup rapat dan didiamkan selama 1 minggu hingga warna larutan mengeruh dan pestisida siap digunakan Dengan adanya edukasi mengenai bahaya pestisida kimia dan pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang, diharapkan masyarakat Desa Demakan dapat menerapkannya dengan baik agar tanaman terawat dan terhindar dari hama, namun tidak merusak lingkungan dan kualitas tanah.